Senin, 20 Agustus 2007

SPAM vs Email Tertarget

SPAM vs Email Tertarget

Oleh : Noerhadi Wiyono

Akan anda jumpai 2 jenis email marketing dalam bisnis online :

1. Email marketing yang tak diminta (SPAM).
2. Email Marketing yang tertarget dan bertanggung jawab yang istilahnya disebut OPT-IN EMAIL.

Promosi menggunakan Email Marketing yang tak diminta / SPAM akan menyebabkan anda banyak menemui masalah termasuk dikomplain atau dicaci maki oleh pemiliknya.

Saya Tidak mengajarkan ataupun menyarankan anda menggunakan email SPAM untuk tugas ekspansi promosi bisnis online anda. Saya akan menunjukkan kepada anda bagaimana cara promosi dengan menggunakan email yang bertanggung jawab / Opt-in email untuk mempromosikan bisnis online anda secara mengaggumkan serta bagimana menggunakan promosi lewat Opt-in email ini tanpa masalah dan gangguan.

Sekarang mari kita bahas apa perbedaan antara SPAM EMAIL dan OPT-IN EMAIL

SPAMMING EMAIL

Spamming atau perbuatan spam adalah suatu kegiatan pengiriman email promosi/marketing kepada satu atau banyak orang, sedang orang-orang atau sipenerima tidak menghendaki email tersebut.

Biasanya email ini diperoleh secara acak di internet dengan menggunakan software khusus pencari email yang berfungsi untuk mendownload email secara massal dari suatu website yang menyediakan layanan email gratis.

Orang-orang yang melakukan spamming ini tidak peduli apakah targetnya tertarik atau tidak akan penawarannya, yang terpenting adalah bisa mengirimkan penawaran/promosi ke sebanyak mungkin orang.

Spamming berarti :

  • Mengirimkan pesan atau penawaran yang tak diminta kesebanyak mungkin target.
  • Menggunakan daftar email yang diperoleh secara tidak sah dan tidak bertanggung jawab.
  • Mengirimkan berjuta-juta penawaran tetapi yang didapat hanya sebagian kecil atau mungkin malah nihil karena target tidak menghendakinya.
  • Sipenerima email akan merasa terganggu.
  • Kadang-kadang sebagian orang yang menerima email ini menganggap sebagai "bomb email" dan bisa melaporkan ke pihak organisasi anti-spam dunia.
  • Minimbulkan masalah pada ISP sebab orang-orang yang menerima email ini bisa meng-komplain pada layanan email tempat terjadinya sumber spam ini, dan biasanya pihak ISP atau layanan email akan dengan tegas memblokir email spam tanpa ada peringatan terlebih dahulu.

Nah… jika demikian maka kami yakin anda pasti tidak mau hal tersebut terjadi pada anda …

Spam sangat dilarang dan saya melihatnya sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memasarkan produknya melalui internet, keputus-asaan karena website-nya tidak ada satu orangpun yang mengunjungi atau sepi pengunjung, tak satupun produk yang ditawarkan terjual.

Jika anda melakukan Spam dalam memasarkan produk anda dan sipenerima email anda complain dan melaporkan ke organisasi anti-spam dunia, maka bisnis online anda akan hancur, ISP anda ditutup tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan kredibilitas anda runtuh. Anda sukar untuk memulainya kembali dengan nama anda sendiri karena mereka akan ingat siapa anda dan apa yang pernah anda lakukan terhadap mereka.

Kalau anda mengirimkan email ke suatu milinglist yang memang khusus untuk promosi, apakah ini tergolong spam ? Bagaimana menurut Anda ?

OPT-IN EMAIL (EMAIL MARKETING YANG BERTANGGUNG JAWAB)

Bertolak belakang dengan email Spam, maka Opt-in email atau email marketing yang bertanggung jawab ini adalah : suatu daftar email dari sekian banyak prospek yang secara sukarela meminta untuk dikirimi informasi berkaitan dengan usaha atau bisnis kita.

Opt-in email ini diperoleh dari pengunjung yang telah memasuki suatu website dengan penawaran-penawaran akan informasi gratis tentang produk yang kita tawarkan atau penawaran download produk digital secara gratis, atau penawaran Tutorial Gratis yang sedang anda baca ini misalnya :)

Dengan Opt-in email para pemilik email juga sangat dihargai sebab diberi kesempatan untuk keluar dari daftar Opt-in email atas kehendak mereka sendiri dengan memberi link URL kecil yang bisa di klik sewaktu-waktu untuk menghapus dari daftar Opt-in email secara otomatis.

Promosi dengan email marketing yang bertanggung jawab (Opt-in email) mempunyai keuntungan:

  • Mengirimkan suatu penawaran kepada orang-orang yang sudah tertarget.
  • Tidak akan menyebabkan gangguan kepada si penerima email sebab mereka sudah secara sukarela mengijinkan anda untuk memberikan informasi.
  • Respon lebih cepat dan kadang-kadang anda akan bisa menerima order beberapa menit setelah penawaran anda kirimkan.
  • Tidak akan menyebabkan gangguan pada ISP sebab tidak ada komplain dengan penawaran anda.
  • Dapat mengirimkan penawaran-penawaran produk, mem-follow up serta bisa terus-menerus berhubungan dengan pelanggan dengan biaya yang relatif murah
  • Bisa secara terus-menerus memprospek / menawarkan produk kepada mereka yang belum pernah membeli produk kita tanpa resiko di komplain berbuat spam.
  • Menawarkan produk ke pelanggan setia lagi dan lagi secara terus-menerus tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra lagi

CONTOH KASUS

Pada tahun 1999, Mark Provo dari perusahaan Provo & Gladwell Associates telah mengembangkan dan membuat suatu software yang handal. Dan dia ingin memasarkan software-nya tersebut melalui internet. Perusahaan tersebut tidak tanggung-tanggung untuk melakukan gebrakan pasar, perusahaan tersebut menyewa Web Developer untuk membuat web site dan menempatkannya di urutan paling atas di semua search engine populer.

Hasilnya: Hanya sedikit sekali mendapatkan penjualan. Biaya mahal tapi hasilnya tidak sebanding bahkan sangat mengecewakan. Untuk meningkatkan penjualan mereka melakukan SPAM dengan mengirim email yang berisi penawaran harga ke 1.000.000 (1 juta) alamat email. Hasilnya: Sangat sangat mengecewakan! Hanya mendapatkan penjualan sebesar $100 atau sekitar Rp. 850.000,- dan lebih parah lagi, perusahaan tersebut mendapat balasan email dari mereka berupa caci maki dan komplain.

Pada suatu kesempatan lain, Mark Provo mengirim email yang berisi penawaran yang sama ke anggota milis dia sendiri yang berjumlah 8.000 orang yaitu mereka yang pernah membeli produk sebelumnya atau yang pernah meminta informasi gratis dari web site-nya. Dan hasilnya: Dia berhasil mendapatkan penjualan sebesar $ 190.000,- atau sekitar Rp. 1.615.000.000 ( 1.5 milyar rupiah lebih) dan tidak ada komplain sama sekali (zero complain).

Itulah keuntungan Mark Provo mempunyai Opt-in Email sendiri. Bagaimana dengan anda ...?

Anda bisa mengambil contoh seperti apa yang dilakukan oleh Mark Pravo ini untuk mengembangkan bisnis online anda secara signifikan dan tertarget. Dengan metode ini anda tidak saja bisa meraup keuntungan yang cukup besar, tetapi anda juga bisa menjalin hubungan yang erat dengan para pelanggan anda secara terus menerus.

Sumber : Noerhadi Wiyono
Noerhadi W. adalah owner dari http://www.klikabadi.com

0 komentar: